UI Runners

Klaim Kemenangan Tiga Tahun Berturut-turut

Pelari kita, Mbak Eni Rosita, sudah beberapa kali ikut ITB Ultra Marathon dan juara. Mba Eni kan ikutnya di individu, sekarang giliran peserta tim dari UI Runners yang harus juara.

Jumat, 18 Juni 2021
Jumat, 18 Juni 2021
ui2.jpg

KEIKUTSERTAAN TIM UI Runners dalam ajang BNI-ITB Ultra Marathon 2019 bukan semata sebagai peserta biasa. Lebih dari itu, ada alasan historis lain di baliknya. Sama-sama menyandang sebagai universitas tertua dan terbesar di tanah air yang juga memiliki gelaran lari yang sama. Untuk itu, UI Runner memiliki misi menyukseskan sekaligus mendukung penuh ajang BNI-ITB Ultra Marathon.

Pada 2017, Universitas Indonesia untuk pertama kalinya menggelar BNI-UI Half Marathon. Selang beberapa bulan, masih di tahun yang sama, ITB pun menggelar BNI-ITB Ultra Marathon yang perdana.

Salah satu pentolan UI Runners, Beny Syaaf Jafar, mengatakan, pihaknya merasa perlu untuk memberikan dukungan penuh kepada ITB. Mereka sama-sama merasakan bagaimana berjuang untuk membuat sebuah kegiatan lari yang melibatkan alumni hingga sukses sampai sekarang.

“Kita juga sama-sama berjuang untuk mendapatkan sponsor BNI,” ujar Beny.

Dengan seabrek kesibukannya di Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PB NU dan sebagai pengurus ILUNI UI tak mudah bagi Beny untuk ikut ambil bagian pada BNI-ITB Ultra Marathon 2019. Di saat hampir bersamaan dia harus menghadiri kegiatan-kegiatan yang lain.

Dalam ajang BNI ITB Ultra Marathon 2019, saat itu Beny bersama 8 temannya yang mengikuti kategori Relay 9 memilih pos di kawasan Pasar Minggu. Saat itu Beny yang merupakan pelari kedua dalam tim menunggu pelari pertama yang berlari dari BNI Pusat pukul 22.00 WIB di check point (CP) 2. Setelah pelari pertama tiba di CP 2 daerah Pasar Minggu sekitar pukul 01.00 WIB, Beny melanjutkan berlari sejauh 20-an km dan finis di daerah Cibinong sekitar pukul 04.00 pagi. Bada Subuh, selepas berlari, ia naik ojek menyempatkan pulang dulu ke rumah untuk beristirahat. Sore harinya, sebagai Ketua ILUNI UI Soccer Community (ISC UI) bersama Ketua Umum ILUNI UI Bang Andre Rahadian, ia membuka acara tahunan sepak bola ILUNI UI Cup di Stadion UI Depok.

”Itu bentuk dukungan saya kepada rekan-rekan di ITB. Walaupun ada kegiatan UI, saya tetap menyempatkan untuk ikut berlari,” ujarnya.

Dari acara pembukaan ILUNI UI Cup Stadion UI Depok, Beny kemudian meluncur ke Stasiun Gambir menuju Bandung. Dini hari, ia tiba di Bandung langsung menuju kampus ITB, tempat finis BNI-ITB Ultra Marathon 2019, bergabung bersama pelari UI Runners lainnya. ”Alhamdulillah pelari UI Runners Mbak Eni Rosita berhasil menjadi juara pertama Kategori 200K Individu Putri,” ujarnya.

Sementara itu, pelari UI Runners lainnya, Listya Adi Gardhiani menambahkan, sebenarnya keikutsertaan UI Runner pada 2019 terbilang dadakan. Pelari yang akrab disapa Chia itu mengatakan, semua berawal dari ajakan Gatot Sudariyono agar UI Runners bisa mengklaim kemenangan di BNI-ITB Ultra Marathon.

“Pelari kita, Mbak Eni Rosita, sudah beberapa kali ikut ITB Ultra Marathon dan menjadi juara. Mas Gatot bilang, Mba Eni kan ikutnya di individu, sekarang giliran peserta tim dari UI Runners yang harus juara juga,” kata Chia.

Tanpa diduga, banyak pelari di UI Runners yang berminat untuk ikut sehingga tahun itu mereka bisa mengirimkan empat tim. Diakui Chia, saat itu ada sedikit hambatan mencari satu pelari untuk tim empat. Akhirnya, kata Chia, setelah dirayu, pelari terakhir, yaitu Titi yang merupakan alumni FE UI bersedia juga didaftarkan.

Chia bercerita, walau terbilang dadakan, timnya sempat bikin kaus sendiri. Kebetulan ada alumni yang mau membuatkan kaus. Simpel, warnanya kuning dan memakai sablon bertuliskan UI Runners.

“Kausnya baru jadi pas hari-H, malam-malam pula. Malah, badge 1 sudah berangkat. Saya yang kebagian sebagai pelari ketiga atau keempat, saya lupa, menyempatkan dulu mengambil kausnya. Setelah itu saya naik kereta ke Bandung, sempat naik taksi untuk bertemu teman kemudian menyusul pelari yang sudah jalan,” ujarnya mengenang.

Bagi Chia, bisa mengumpulkan pelari UI dari berbagai angkatan dan jurusan sangatlah seru. Meskipun beberapa pelari terbilang sudah cukup senior dan berumur, kemampuan berlari mereka cukup mumpuni.

“Pelari senior dan yang lebih muda berkumpul, menyenangkan. Pelari sekarang, umur enggak jadi patokan. Yang tua-tua justru larinya bandel. Di tim empat itu malah usianya jauh di atas saya. Mba Eni juga lebih tua dari saya, tetapi konsistensinya itu yang bikin salut. Soalnya kalau pelari muda-muda seperti kita kan tim hore-hore saja,” kata Chia sambil tertawa.

Chia mengaku tidak ada kendala berarti yang dihadapi oleh timnya saat mengikuti BNI-ITB Ultra Marathon. Hanya, memang, dia dan rekan-rekannya sempat panik ketika hilang kontak dengan pelari terakhir.

“Pelari terakhir itu Mba Titi. Kita khawatir karena takut dia salah ambil jalur atau tersesat. Dia sengaja ditempatkan sebagai pelari terakhir karena waktu itu baru sembuh, jadi belum fit. Makanya, dia minta sisa waktu yang banyak. Setelah sempat lost contact itu tahu-tahu dia nongol juga sebagai pelari terakhir kita,” katanya.

Momen yang tidak akan terlupakan bagi Chia adalah saat mau masuk finis. Saat itu, Eni Rosita yang turun di individu diserahi kaus UI Runners. Tim pun meminta izin kepada panitia agar mereka membawakan tasnya Eni Rosita. Setelah itu, Eni melanjutkan larinya menuju garis finis. “Itu sangat mengharukan. Kebetulan di garis finis ada Mas Gatot dan dia bilang akhirnya UI Runners bisa mengklaim kemenangan 3 tahun berturut-turut,” ujarnya menutup pembicaraan.***

Share
Comments