Ir. Syahrial Loetan, MCP

Menjual Langkah Galang Donasi

Ternyata banyak yang mau beli soalnya jarang-jarang orang setua saya mau lari sejauh itu.

Minggu, 21 Maret 2021
Minggu, 21 Maret 2021
syahrial4_2.jpg

BNI-ITB Ultra Marathon bukan sekadar ajang lomba dan “hura-hura” alumni ITB. Lebih dari itu, acara tersebut sangat kental dengan beragam faedah yang didapat. Jalinan silaturahmi alumni dari berbagai angkatan makin erat berkat BNI-ITB Ultra Marathon. Bukan hanya itu, BNI-ITB Ultra Marathon pun memuncul ide-ide brilian tak biasa dari alumni untuk melakukan hal positif bagi kemajuan almamater tercinta. Event yang digagas oleh Yayasan Solidarity Forever (YSF) itu memang bukan sekadar mengajak para peserta untuk sehat berkeringat dari Jakarta ke Bandung. Terselip kegiatan penggalangan dana yang dilakukan penyelenggara di dalamnya.

Apa yang dilakukan Ir. Syahrial Loetan, MCP bersama rekan-rekan alumni ITB angkatan ’70 dari berbagai jurusan, misalnya, patut ditiru. Alumnus Teknik Sipil ITB ini punya acara unik agar alumni lain yang tak sempat berpartisipasi langsung dalam acara ini untuk tetap terhubung dengan berdonasi.

“Angkatan ‘70 itu paling kompak. Paling rusak, tetapi in a positive way. Waktu pelaksanaan BNI-ITB Ultra Marathon, kita menjual langkah kita kepada alumni lain agar mereka ikut menyumbangkan dana. Uang yang terkumpul disumbangkan ke kampus,” ujar pria yang akrab disapa Iyal oleh rekan-rekannya tersebut.

Mantan Sekretaris Utama (Sestama) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Komisaris Independen di PT PLN (Persero) ini bercerita tentang strategi yang dijalankannya. Biasanya, satu bulan sebelum BNI-ITB Ultra Marathon digelar, dia beraksi dengan mengumbar ide di akun media sosialnya. Ia menawarkan kepada alumni lain agar berpartisipasi berbuat positif kepada almamater dengan cara membeli langkahnya di BNI-ITB Ultra Marathon. Menurut Syahrial, cara tersebut sangatlah efektif.

“Kepada teman dekat, saya tawarkan 1 km itu Rp 1 juta, jadinya 10 km itu Rp 10 juta. Kalau yang enggak terlalu dekat, saya tawarkan cuma Rp 100 ribu, jadi untuk 10 km itu Rp 1 juta. Responsnya bagus. Ternyata banyak yang mau beli soalnya jarang-jarang orang setua saya mau lari sejauh itu. Hasilnya waktu itu angkatan ‘70 bisa menyumbangkan uang Rp 2 miliar,” ujar peraih gelar master bidang Perencanaan Kota dari University of California, Berkeley pada 1991 ini.  

Menurut Syahrial, manfaat penyelenggaraan BNI-ITB Ultra Marathon itu luar biasa. Selain membuat sehat dan kompak para alumni, dampak positif ke kampusnya juga sangat terasa. Bahkan, ia mengatakan bahwa BNI-ITB Ultra Marathon bisa dijadikan wacana untuk mengakumulasikan anggaran untuk kampus.

“Kita ilustrasikan begini, orang sekolah atau kuliah setelah lulus tentu ingin meninggalkan sesuatu untuk almamaternya walaupun cuma hal-hal kecil. Enggak usah muluk-muluk, yang penting kita bisa menyumbang untuk kampus. Dan, BNI-ITB Ultra Marathon ini luar biasa dampaknya untuk kampus,” katanya.

Pria yang mengawali karier birokratnya di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini sangat hobi berlari. Di usianya yang tak muda lagi, ia mampu mengumpulkan 41 medali dari berbagai event lari, salah satunya event BNI-ITB Ultra Marathon. Syahrial mengaku BNI-ITB Ultra Marathon 2018 merupakan pertama kalinya dia mengikuti lomba lari hingga menempuh 10 kilometer. Semenjak membuktikan diri bisa berlari sejauh 10 km, dia pun mulai menjajal ajang lari lainnya di berbagai kota.

“Jadi, yang awalnya kita merasa tidak mampu atau tidak yakin, setelah dicoba ternyata bisa. Itu membuat saya yakin masih bisa melakukan di ajang lain. Saya pernah ikut acara lari di Pontianak, Medan, dan kota-kota lain,” ujar Syahrial yang pernah “berdarah-darah” saat penyelenggaraan BNI-ITB Ultra Marathon 2019 ini.*

 

Share
Comments